Kamis, Desember 8, 2022
BerandaTips SuksesEtika Bisnis Yang Harus Diketahui Oleh Para Pengusaha 

Etika Bisnis Yang Harus Diketahui Oleh Para Pengusaha 

Setiap bisnis memiliki seperangkat hukumnya sendiri yang harus diikuti, tertulis dan tidak tertulis. Dalam dunia bisnis pun demikian. Etika bisnis mengacu pada seperangkat aturan yang harus dipatuhi agar bisnis berfungsi dengan baik.

Tanpa hal ini, persaingan antar perusahaan dapat menjadi berbahaya, mengakibatkan kerusakan pada pelanggan, degradasi lingkungan dan kegiatan monopoli komersial. Etika bisnis adalah seperangkat pedoman untuk menilai apakah suatu perusahaan harus mengambil tindakan tertentu dalam operasinya atau tidak.

Definisi

Bertens berpendapat bahwa (2000), Menurut Bertens, etika bisnis melampaui ketentuan hukum. Dibandingkan dengan persyaratan hukum minimum, hal ini juga lebih tinggi. Karena terkadang ada area gelap dalam bisnis atau kegiatan yang tidak diatur oleh undang-undang hukum.

Tujuan

Etika bisnis memiliki tujuan dalam meningkatkan kesadaran moral dan menetapkan batasan bagi pengusaha dan pelaku bisnis agar mereka dapat menjalankan bisnis dengan jujur ​​dan adil, menghindari perusahaan penipuan yang merugikan banyak orang atau pihak yang memiliki ikatan dengan mereka. Selain itu, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bisnis dijalankan dan dimulai secara adil dan sejalan dengan hukum dan peraturan yang disepakati.

Prinsip

Prinsip Kejujuran dalam Etika Bisnis adalah untuk mencapai kesuksesan jangka panjang, para pemimpin bisnis harus memegang teguh prinsip kejujuran. Hampir dipastikan tidak akan ada pelaku ekonomi yang mau berkolaborasi jika ada pengusaha yang tidak jujur ​​dan curang.

Harga barang yang ditawarkan seringkali dikaitkan dengan kejujuran. Kepercayaan konsumen adalah kunci dalam menjalankan bisnis modern. Oleh karena itu, para pelaku bisnis didorong untuk memberikan informasi yang akurat kepada konsumen.

Prinsip Otonomi Dalam Etika Bisnis

Gagasan otonomi mengacu pada kemampuan dan kepandaian seseorang untuk bertindak dan membuat penilaian berdasarkan kesadaran mereka tentang apa yang mereka yakini benar.

Prinsip otonomi etika bisnis akan ada apabila didukung dengan kesadaran masyarakat bahwa mereka memiliki kewajiban dalam berbisnis. Misalnya, mencakup bidang pekerjaannya, termasuk kondisi dan tekanan yang akan dihadapinya, serta peraturan yang mengaturnya. 

Selanjutnya, seseorang yang telah memiliki fungsi otonom sadar akan risiko dan konsekuensi yang akan menimpa dirinya dan pelaku usaha lainnya. Secara umum, mereka yang percaya pada otonomi lebih suka memiliki kebebasan dan otoritas untuk melakukan apa yang mereka anggap benar.

Prinsip Yang Saling Menguntungkan

Pelaku korporasi harus beroperasi seefisien mungkin agar semua pihak yang terlibat diuntungkan. Prinsip memberi manfaat, seperti gagasan keadilan, berusaha mencegah hanya sebagian dari manfaat darinya. Misalnya, untuk menyenangkan pelanggan, pengusaha perlu memberikan harga barang yang sebenarnya kepada pelanggan dan memberikan pelayanan sebaik mungkin. Oleh karena itu, konsep saling menguntungkan harus diikuti.

RELATED ARTICLES

Most Popular