5 Cara Mengatur Gaji Bulanan Anda  Agar Selalu Mencukupi!

Memiliki gaji bulanan yang pas-pasan jelas membutuhkan manajemen keuangan yang baik. Selanjutnya, pengeluaran untuk pendidikan anak terus meningkat, meskipun sumber uang tetap tidak berubah. Anda perlu mengatur gaji bulanan Anda dengan hati-hati agar tidak tergoda untuk berhutang, terutama untuk kebutuhan sekunder yang tidak terlalu penting.

Kenyataannya bahwa gaji yang cukup besar bagi keluarga tidak menjamin kebahagiaan dan terpenuhinya segala kebutuhan hidup. Masalah utamanya adalah manajemen keuangan yang belum tepat. Memang, penghasilan kurang dari Rp. 10 juta masih bisa santai, asalkan dananya dikelola dengan baik. Berikut penjelasan mengenai 5 Cara Mengatur Gaji Bulanan agar setiap kebutuhan dapat terpenuhi. 

  1. Mengatur Gaji Bulanan Dengan Menggunakan Peta Pengaturan Dana

Anda dapat mencoba contoh alokasi gaji bulanan ini yang direkomendasikan oleh banyak ekonom, yaitu:

  • Tempat tinggal (20%) 
  • Transportasi (10%)
  • Keperluan (6%) 
  • Makanan (12%) 
  • Kebutuhan tak terduga (11%)
  • Menabung (4%)
  • Hiburan (4%)
  • Dana pensiun (10%)
  • Asuransi (7%)
  • Pajak (16%)

Secara umum, Anda harus menyisihkan 50% dari gaji bulanan Anda untuk kebutuhan pokok, 30% untuk membayar hutang dan cicilan, 10% untuk tabungan, dan 10% lainnya untuk kebutuhan sehari-hari.

  1. Rumus 40-30-20-10

Jika model distribusi persentase pendapatan pada poin pertama di atas tidak sesuai dengan Anda atau Anda tidak dapat beradaptasi dengannya, Anda dapat mencoba formula lain, yaitu 40-30-20-10. 

Mengatur gaji bulanan dengan rumus ini yaitu artinya dengan menyisihkan 40% dari gaji Anda untuk biaya hidup dan pengeluaran rutin bulanan seperti makanan, transportasi, pulsa, dan energi. Kemudian 30% dari gaji Anda untuk melunasi kewajiban seperti KPR, mobil, dan pinjaman lainnya. Mengutamakan pelunasan hutang terlebih dahulu; jangan menambah hutang sampai dilunasi. Lalu, pisahkan 20% dari pendapatan Anda untuk tabungan dan investasi. Ini bisa menjadi biaya masa depan atau dekat masa depan mendidik anak-anak dalam situasi ini.

Jangan habiskan semua gaji Anda untuk diri sendiri, jadi 10% dari penghasilan Anda disumbangkan untuk amal. Sedekah juga diperlukan dalam mengatur gaji bulanan Anda, agar penghidupan Anda menjadi penuh berkah.

  1. Mengetahui Perbedaan Antara Kebutuhan Dan Keinginan

Keinginan yang sulit dipisahkan dari kebutuhan inilah yang seringkali menyebabkan orang terjerat hutang dan kembali berhutang. Lihatlah tagihan utang bulanan Anda untuk melihat berapa banyak Anda berutang serta mengatur gaji bulanan. Dengan bertambahnya populasi, ini menjadi masalah kritis yang perlu dipertimbangkan secara serius. Besarnya alokasi biaya hidup lainnya akan bertambah seiring dengan ditekannya rekening pinjaman.

Apa yang dibutuhkan tidak selalu apa yang diinginkan. Jika Anda ingin dapat menikmati gaji bulanan yang lebih tinggi, Anda harus bijak dalam mengelola keinginan sekunder Anda.

Mari kita pertimbangkan kasus mobil. Anda sudah memiliki mobil A, yang memenuhi kebutuhan Anda. Namun, Anda wajib mengganti mobil A ke B dengan jumlah cicilan yang lebih tinggi karena keinginan Anda untuk melihat mobil B dengan varian yang lebih baru.

Akibatnya, tagihan Anda akan meningkat sementara sumber penghasilan Anda tetap sama. Jangan biarkan gaji akhir menjadi lebih rendah, Anda juga harus menanggung biaya pokok, seperti biaya pendidikan anak-anak yang terkendala pembayaran karena harus membayar cicilan mobil. Di sinilah pentingnya memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan serta mengatur gaji bulanan. 

  1. Cobalah Mencari Pendapatan Sampingan 

Apakah menurut Anda gaji bulanan Anda mulai kurang dari kebutuhan dasar Anda sebagai orang tua? Jika Anda tidak ingin berhutang, salah satu pilihannya adalah mendapatkan lebih banyak uang. Jika Anda bekerja penuh waktu, Anda dapat menjelajahi opsi bisnis paruh waktu yang dapat Anda jalankan di samping pekerjaan tetap Anda.

Apa saja contoh hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk menambah penghasilan Anda:

  • Penjualan produk online, produk milik sendiri dan pihak ketiga
  • Buka layanan internet dan coba aktivitas investasi seperti emas dan perdagangan saham.
  • Katering, kredit, laundry atau jasa rumah adalah contoh usaha rumah tangga berkapasitas kecil. 
  • Memulai usaha dropshipping produk tanpa modal

Anda dapat memanfaatkan berbagai opsi perdagangan untuk menambah penghasilan Anda. Bahkan pasangan dari keluarga dengan anak-anak dapat melakukannya bersama-sama. Jawaban atas masalah keuangan keluarga dapat dikelola secara progresif jika Anda menganggapnya serius. Apalagi jika menyangkut jumlah utang yang harus dilunasi.

  1. Jadikan Biaya Pendidikan Sebagai Prioritas Utama

Dalam mengatur gaji bulanan, Anda harus memiliki prioritas yang utama terlebih dahulu. Biaya sekolah atau kuliah untuk anak-anak adalah contoh pengeluaran bulanan penting yang tidak dapat ditunda atau terutang. Jika biaya semester tidak dibayar, anak tersebut dapat diskors hingga satu semester.

Hal ini jelas akan berdampak negatif bagi pendidikan anak Anda. Pendidikan adalah hal terpenting yang tidak bisa ditunda. Orang tua yang memahami hal ini akan bekerja tanpa lelah untuk mengumpulkan uang untuk pendidikan anak-anak mereka. Fokuskan penyisihan uang Anda untuk kebutuhan pendidikan, apabila Anda sudah memiliki buah hati.